Buycom Domain

Find and Buy Expired Domains, Brandable Name Based on Keyword and SEO Metrics

Panduan Bisnis Jual Beli Domain untuk Mendapatkan Profit Ribuan Dollar

Panduan Lengkap Jual Beli Domain

Ada banyak cara mendapatkan uang secara online, salah satunya adalah bisnis jual beli domain atau flipping domain.

Bisnis ini cukup populer karena tidak memerlukan kerja keras dan trik-trik yang rumit tetapi bisa menghasilkan keuntungan berlipat ganda.

Kebanyakan bisnis online seperti program afiliasi atau online shop dibutuhkan banyak effort, mulai dari membangun dan men-design website, membuat konten berkualitas sampai optimasi SEO.

Dan itupun belum tentu mendapatkan hasil yang diharapkan karena anda harus bersaing dengan banyak kompetitor.

Dalam bisnis jual beli domain, anda tidak dipusingkan dengan berbagai hal di atas yang menguras waktu dan tenaga bahkan modal yang tidak sedikit.

Anda hanya perlu mencari dan membeli domain, kemudian menjualnya ke pembeli yang tepat dengan harga 10, 100 atau bahkan 1000 kali lipat.

Flipping domain adalah kesempatan anda untuk mendapatkan profit besar secara online dengan sedikit usaha.

Menarik bukan!?

Baca terus jika anda ingin menjadi domainer sukses!

 

Sekilas tentang Flipping Domains

 

Hampir semua orang di dunia ini khususnya yang terjun ke dunia bisnis online tahu apa yang disebut “nama domain”.

Yaitu sebuah nama unik untuk mengidentifikasi alamat sebuah server seperti website atau email yang bisa diakses melalui jaringan internet.

Bagi para pebisnis online yang ingin membangun website untuk memasarkan produknya, pasti akan membutuhkan sebuah nama domain sebagai lokasi atau alamat dimana calon pembeli bisa mengakses produknya.

Pada bulan Juli 2017, Verisign melaporkan ada sekitar 330,6 juta domain yang telah diregistrasi dan 1,3 juta diantaranya diregistrasi pada quarter pertama tahun 2017.

Kemungkinan angka ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Hal ini membuat ketersediaan nama domain semakin terbatas.

Banyak para pelaku bisnis online kesulitan untuk menemukan domain yang mereka inginkan karena sudah terlebih dahulu dimiliki oleh orang lain.

Kondisi inilah yang akhirnya memunculkan peluang untuk mendapatkan keuntungan besar dalam bisnis flipping domains.

Anda pun memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan ribuan dollar hanya dengan membeli dan menjual nama domain.

Bagaimana caranya?

Silahkan baca terus panduan ini dari awal sampai akhir!

Flipping domains adalah sebuah metode bisnis dimana kita mencari dan membeli domain, kemudian menjualnya kembali kepada orang yang membutuhkannya dengan harga lebih tinggi.

Apakah bisnis ini benar-benar menguntungkan?

Lihat screenshot di bawah ini:

Top sales domain names 2017

Gambar di atas adalah daftar domain yang berhasil terjual dengan harga tertinggi dari awal tahun 2017 sampai Oktober 2017.

Untuk melihat data ter-update silahkan kunjungi sumbernya langsung di namebio.com

Cukup menggiurkan bukan!?

Gambar tabel di atas menunjukan bahwa domain bisa menjadi investasi yang profitable.

Diluar sana sudah banyak domainer yang berhasil meraup keuntungan besar dengan cara menjual domain yang mereka miliki dengan harga berkali lipat dari harga belinya.

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, dibutuhkan beberapa strategi, mulai dari membeli domain yang profitable sampai mencari calon pembeli yang tepat.

Bisnis jual beli domain mirip dengan bisnis properti.

Dalam bisnis properti kita membeli sebuah properti yang terletak di lokasi strategis yang diminati banyak orang kemudian kita jual kembali dengan harga lebih tinggi.

Begitu juga dengan jual beli domain, nama domain ibarat lokasi di dunia maya dimana kita menempatkan bisnis online kita disana sehingga mudah dijangkau konsumen.

 

Memilih dan Membeli Nama Domain yang Profitable

 

Jadi, domain seperti apa yang diminati banyak orang dan memiliki nilai jual tinggi?

Berikut beberapa tips yang bisa anda terapkan dalam memilih dan membeli domain untuk dijual kembali yang bisa menghasilkan profit.

 

1. Cari domain pendek

 

Domain pendek lebih disukai dan dicari oleh banyak orang serta memiliki nilai jual tinggi.

Maksimal 4 karakter, contoh AIFX.com yang berhasil terjual seharga $ 50.700,- pada bulan Juni 2017 melalui Sedo.

Contoh lainnya di tahun 2010 Facebook membeli FB.com dengan harga yang fantastis sebesar 8,5 juta USD yang sebelumnya dimiliki oleh the American Farm Bureau Federation.

1 atau 2 kata, Ali Zandi seorang domainer professional berhasil menjual domain satu kata Freedom.com seharga 2 juta USD pada bulan Mei 2017.

Contoh lain SimpleSilver.com terjual dengan harga 2.600 USD, PositivePsychology.com terjual 20.593 USD pada bulan Oktober 2017.

Atau yang lebih fantastis lagi CreditCards.com terjual dengan harga mencapai 2.750.000 USD pada tahun 2000.

 

2. Mudah diucapkan dan diingat

 

Jangan membeli domain yang susah dieja, selalu prioritaskan nama domain yang mudah diucapkan dan diingat.

Ibarat di dunia nyata, lokasi yang mudah dijangkau konsumen adalah tempat yang paling strategis untuk membangun bisnis.

Begitu juga di dunia online, menggunakan nama domain yang mudah diingat membuat sebuah bisnis mudah diakses.

 

3. Pilih nama yang brandable

 

Brandable name adalah domain yang bila diucapkan terdengar seperti sebuah brand/merk dari suatu produk atau bisnis, contoh Adidas.com, Zalora.com, QuickSprout.com, YellowPages.com dll.

Anda bisa mengunjungi BrandBucket untuk melihat lebih banyak contoh, ada banyak brandable domain yang terdaftar disana untuk dijual.

Brandable Domain Names BrandBucket

Banyak orang terutama yang baru memulai bisnis atau mengeluarkan produk baru bersedia membeli domain seperti ini dengan harga tinggi untuk mem-branding produknya.

Gunakan daya imajinasi dan kreatifitas anda untuk mencari nama domain yang kira-kira layak dan bagus untuk dijadikan merek/brand sebuah produk atau nama perusahaan.

 

4. Mengandung kata kunci

 

Hampir semua pemilik website menginginkan nama domain yang mengandung kata kunci yang berhubungan dengan topik website mereka.

Karena itu, domain yang mengandung kata kunci tertentu memiliki peluang besar untuk dijual dengan harga tinggi.

Selain itu dalam penjualannya pun lebih mudah karena anda bisa menemukan calon pembeli tertarget atau end user hanya berdasarkan kata kunci pada domain.

Kata kunci seperti apa yang bagus untuk flipping domain?

– Memiliki jumlah pencarian tinggi di search engine
– Memiliki nilai CPC yang tinggi, seperti asuransi, hotel, properti dll.

Gunakan Google Keyword Planner untuk melihat keyword yang memiliki pencarian dan nilai CPC yang tinggi.

Anda juga bisa melihat tingkat persaingan untuk masing-masing keyword.

Cari kata kunci dengan tingkat persaingan tinggi, ini berarti banyak orang yang bersedia membayar iklan di Google Adwords untuk kata kunci tersebut.

 

5. Aged domain yang memiliki metrik SEO dan trafik

 

Menggunakan expired domain yang sudah memiliki backlink dan tafik adalah salah satu strategi SEO yang populer diterapkan para webmaster.

Para praktisi SEO menggunakannya dengan beberapa cara, diantaranya:

– Digunakan langsung untuk website utama atau money site
– Membangun PBN, yang nantinya akan dibuatkan link mengarah ke website utama
– Redirect 301, khususnya expired domain yang memiliki trafik sehingga visitor akan dialihkan langsung ke money site.

Dengan menggunakan tool dari BuycomDomain.com, anda bisa dengan mudah mencari domain berumur yang memiliki trafik dan nilai SEO metrik seperti DA, PA, TF, CF, backlink dll.

 

6. Fokus pada ekstensi populer seperti .com

 

Sebenarnya banyak juga domain dengan ekstensi selain .com, .net atau .org yang terjual dengan harga tinggi melebihi harga standar.

Tapi, jika anda baru terjun ke bisnis flipping domain kami sarankan untuk fokus dulu ke ekstensi .com,

Kenapa?

Karena, tidak bisa dipungkiri bahwa ekstensi .com adalah yang paling populer dan banyak dicari oleh para pengguna sehingga lebih mudah terjual.

 

7. Cari geographic domain untuk bisnis lokal

 

Di dunia internet dalam beberapa tahun ini jumlah pencarian di search engine dengan query berdasarkan lokasi tertentu tumbuh sangat pesat.

Contohnya “hotel Jakarta” atau “car rental New York” yang masing-masing memiliki sekitar 27.100 pencarian per bulan di Google search, berdasarkan data dari Google Keyword Planner.

Pemilik hotel di Jakarta kemungkinan besar akan sangat tertarik untuk memiliki nama domain seperti JakartaHotel.com, HotelJakarta.com atau BestHotelJakarta.com

Hal ini menjadi alasan kenapa geographics domain banyak dicari dan sangat profitable.

Tahun 2013 DublinHotels.com terjual seharga 38.250 USD, bahkan domain panjang yang terdiri dari 24 karakter NewYorkApartmentsForSale.com terjual dengan harga 42.000 USD pada tahun 2012 melalui Sedo.

 

Strategi Menjual Domain

 

Setelah anda membeli dan memiliki domain, sekarang saatnya anda menjualnya untuk mendapatkan profit.

Menjual domain tidaklah terlalu sulit, anda hanya perlu strategi yang tepat agar bisa cepat terjual dengan harga tinggi.

Berikut kami berikan beberapa strategi yang bisa anda terapkan.

 

1. Submit di beberapa domain marketplace dan forum

 

Ada banyak marketplace tempat dimana anda bisa mencantumkan domain anda untuk dijual, pilih beberapa marketplace yang sudah terpercaya.

Salah satu tempat yang kami rekomendasikan adalah GoDaddy Auction yang merupakan perusahaan domain paling populer di Internet.

Jangan hanya me-listing di satu tempat saja, sebaiknya cantumkan juga domain anda di beberapa marketplace yang lain.

Dengan demikian domain anda akan terlihat oleh lebih banyak calon pembeli dan memiliki peluang lebih besar dalam penjualan.

Berikut beberapa marketplace terpercaya yang bisa anda coba:

  • GoDaddy Auction
  • Sedo
  • Afternic
  • Flippa
  • BrandBucket, untuk brandable domain

Selain di marketplace anda juga bisa menjual domain anda di website forum seperti NamePros.com, DNForum.com dan DigitalPoint.com

Jangan lupa untuk mempelajari dan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing marketplace dan forum, termasuk masalah biaya dan potongan komisi.

Anda perlu memperhitungkan semua biaya yang dikenakan untuk menentukan harga jual domain anda sehingga tetap mendapatkan keuntungan setelah berhasil terjual.

 

2. Jangan gunakan Whois Privacy Service

 

Whois adalah data informasi sebuah domain yang bisa diakses oleh publik.

Dalam data Whois kita bisa melihat tanggal registrasi, data registrar dan juga data pemilik seperti nama, organisasi, alamat, email dan nomor telepon.

Karena alasan tertentu, banyak pemilik domain menyembunyikan data mereka dengan menggunakan Whois Privacy Service sehingga orang lain tidak bisa melihat data pemilik.

Jika anda berniat menjual domain, jangan menggunakan WHOIS Privacy Service, biarkan informasi kontak anda bisa dilihat oleh orang lain.

Kenapa? Karena ini bisa mengurangi peluang anda untuk mendapatkan calon pembeli potensial.

Jika suatu hari ada orang yang ingin membeli domain anda, mereka akan kesulitan menghubungi anda karena tidak bisa menemukan informasi kontak anda di Whois.

Jangan mempersulit calon pembeli anda, biarkan data informasi anda terbuka untuk umum.

Untuk memperbesar peluang anda mendapatkan calon pembeli, tambahkan pesan seperti “This Domain is For Sale” pada Whois.

Anda bisa menempatkannya di Regristant Name atau Organization Name, lihat contoh berikut:

Whois domain name for sale

Ini akan memberikan sinyal pada orang yang melihat Whois domain anda bahwa domain tersebut dijual, jika tertarik, dia akan menghubungi anda.

 

3. Buat sales page di homepage

 

Tidak jarang orang yang berniat membeli sebuah domain akan mengetik nama domain tersebut di browser mereka untuk mengakses langsung dan melihat apakah domain tersebut masih tersedia.

Maka alangkah baiknya anda membuat sebuah note di homepage domain anda bahwa domain tersebut tersedia untuk dijual.

Contoh: “This Domain Name YourDomainName.com is for Sale!“.

Cantumkan kontak anda seperti email dan nomor telepon, atau bisa juga sebuah link yang mengarah ke url dimana domain anda di-listing pada marketplace.

Ketika ada orang yang mengakses alamat domain anda mereka akan tahu bahwa mereka bisa membeli domain tersebut dan bisa menghubungi anda.

Satu baris teks “… for sale” mungkin sudah cukup, tapi jika ingin lebih efektif buatlah sales page di halaman utama / homepage.

Selain terlihat profesional anda juga bisa mencantumkan nilai/value dari domain anda sehingga orang akan lebih tertarik.

Domain Sales Page

Jika anda menguasai SEO, anda bisa meng-optimasi sales page untuk kata kunci yang relevan dengan nama domain.

Bayangkan! Jika anda memiliki domain HotelJakarta.com dan ketika kita memasukan query “hotel in Jakarta” di Google search, kemudian domain tersebut muncul di halaman pertama hasil pencarian.

Selain mendapatkan trafik dari Google untuk pencarian kata kunci tersebut, ini akan memberikan nilai lebih yang bisa mendongkrak harga jual domain anda.

Keuntungan lainnya, para kompetitor yang mengincar kata kunci yang sama akan melihat website/domain anda muncul di search engine.

Ketika mereka tahu domain tersebut tersedia untuk dijual, kemungkinan besar mereka akan berminat untuk membelinya.

Para kompetitor inilah yang bisa menjadi calon pembeli yang sangat potensial buat anda.

 

4. Promosikan di Social Media

 

Jangan lupa untuk memposting nama domain anda di media sosial seperti Facebook, Twitter, Google+ dan lainnya.

Salah satu yang paling efektif adalah bergabung di Group Facebook jual beli domain, setelah join anda bisa memposting domain anda di group tersebut.

Jika domain anda memiliki trafik dan/atau metrik SEO yang bagus, cari group Facebook yang berkaitan dengan SEO seperti jasa backlink, guest posting atau PBN.

Anda bisa mencarinya melalui kotak pencarian Facebook, pilih group yang aktif dan isinya relevan sesuai dengan topik group.

Sebelum posting ada baiknya pelajari dahulu peraturan setiap group dan jangan melakukan spam agar akun Facebook anda tidak diblokir oleh admin group.

 

5. Cari calon pembeli potensial

 

Metode terbaik dan paling efektif dalam bisnis ini adalah menemukan pembeli potensial untuk domain anda kemudian berikan penawaran langsung via email atau telepon.

Dengan metode ini anda bisa mendapatkan harga yang tinggi karena calon pembeli merupakan orang, organisasi atau perusahaan yang nantinya akan menggunakan domain anda untuk bisnis mereka, atau biasa disebut end user buyer.

Berbeda dengan marketplace, auction atau forum dimana kebanyakan pembelinya adalah para domainer, sama seperti anda yang mencari domain untuk dijual kembali.

Jadi alangkah baiknya anda membuat sebuah daftar yang berisi beberapa kandidat end user buyers untuk domain anda.

Lalu, bagaimana caranya?

Berikut kami berikan langkah-langkah mencari calon pembeli end user untuk dimasukkan kedalam daftar anda.

 

5.1 Domain yang sama tapi berbeda ekstensi

 

Jika anda memiliki domain dengan ekstensi .com, misalnya Example.com, kemungkinan besar pemilik nama domain Example.net, Example.org, Example.co.uk dan lainnya akan tertarik.

Hampir semua pemilik website menginginkan nama domain dengan ekstensi .com, karena memang ekstensi ini yang paling populer di internet.

Atau sebaliknya, jika anda memiliki domain dengan ekstensi selain .com bisa saja anda tawarkan kepada pemilik domain versi .com

Apalagi jika domain anda memiliki nilai lebih seperti memiliki trafik atau metrik SEO yang tinggi.

Tidak jarang ada orang atau perusahaan yang walaupun sudah memiliki domain .com masih ingin meng-akuisisi nama domain mereka dengan ekstensi lain.

Misalkan pemilik MyRetail.com ingin memiliki MyRetail.co.uk untuk menargetkan trafik dan visitor dari negara Inggris (United Kingdom).

 

5.2 Domain yang mirip dan related

 

Contoh, jika anda adalah pemilik CheapHotel.com, tawarkan pada pemilik domain yang mirip seperti Cheap-Hotel.com, CheapHotels.com, FindCheapHotel.com, CheapHotel123.com dan lainnya.

Cara yang gampang gunakan DNPric.es, disana anda bisa melihat histori penjualan nama domain beserta dengan harga dan tanggal penjualan berdasarkan keyword.

 

5.3 Hasil pencarian Google

 

Ini cara yang umum dilakukan oleh para domainer.

Sebelumnya, anda buat terlebih dahulu daftar keyword yang related dengan domain anda, gunakan Google Keyword Planner.

Langkah selanjutnya masukan kata kunci anda di Google search box dan lihat hasilnya.

Hasil pencarian akan menampilkan beberapa website berdasarkan kata kunci yang anda masukan, silahkan cek satu-satu dan pilih yang kira-kira layak menjadi calon pembeli.

 

5.4 Pengguna iklan Google Adwords

 

Sama seperti langkah sebelumnya (5.3), tapi bedanya bukan website dari hasil pencarian yang kita targetkan, tapi pemasang iklan untuk kata kunci yang kita masukan.

Lihat contoh gambar dibawah:

Google Adwords Search Sample

Para domainers berpendapat kalau pemasang iklan adalah calon pembeli yang paling potensial.

Selain memiliki modal, mereka juga rela mengeluarkan biaya iklan untuk mendatangkan trafik dari Google untuk kata kunci tertentu.

Kalau mereka rela mengeluarkan uang yang banyak untuk iklan, tidak menutup kemungkinan mereka juga bersedia membayar domain anda dengan harga tinggi.

Jangan berhenti di Google saja, anda juga bisa mencari pemasang iklan di search engine lain seperti Bing, Yahoo, Ask.com dan lainnya.

 

Setelah membuat list calon pembeli, silahkan lihat di data Whois atau cek websitenya satu per satu untuk menemukan kontak mereka.

Sekarang anda tinggal memberikan penawaran langsung kepada calon pembeli, bisa lewat telepon atau email.

Perlu diingat, jika anda mau mengirimkan penawaran lewat email, jangan mengirim email secara massal, bisa saja email anda dianggap spam.

Kirim email penawaran satu persatu agar terkesan personal dan jangan lupa untuk mencantumkan nama dan identitas anda termasuk kontak yang bisa dihubungi.

 


Kini anda sudah tahu bagaimana langkah-langkah yang benar untuk mendapatkan keuntungan besar hanya dengan membeli dan menjual domain.

Jika anda belum pernah terjun ke bisnis ini, tunggu apa lagi? Mulailah dari sekarang!

Cari Profitable Domain Sekarang!

 

Bagikan panduan ini agar bermanfaat buat keluarga tercinta dan sahabat anda!

Updated: November 16, 2017 — 5:10 pm
Buycom Domain © 2017 About Us | Terms of Service | Privacy Policy | Contact Us